Reses Sekaligus Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan, Rudy Mas'ud Dapat Keluhan Jalan Rusak Hingga Banjir
Rudi Mas’ud
POSKOTAKALTIMNEWS.COM,BONTANG- Anggota Komisi III
DPR RI Daerah Pemilihan (Dapil) Kalimantan Timur Rudy Mas'ud menggelar serap
aspirasi (Reses) sekali mensosialisasikan empat pilar kebangsaan MPR RI.
Kegiatan diselenggarakan di gedung Aini Rasyifa, Jalan WR. Supratman, Kelurahan
Tanjung Laut, Bontang, Kalimantan Timur. Selasa (25/10/2022).
Dari pantauan,nampak hadir Ketua DPRD Bontang
Andi Faizal Sofyan Hasdam beserta istri, Anggota DPRD Bontang Muslimin dan
Yasir Arafat serta Wali Kota Bontang Ke-3 Neni Moerniaeni.
Rudy Mas'ud mengatakan pentingnya
mengingatkan kembali masyarakat tentang keempat pilar kebangsaan yakni,
Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika. Dari kempat itu ia menyebut
saat ini pimpinan MPR RI berkomitmen untuk memasyarakatkan keempat pilar
tersebut.
"Kami sebagai Anggota DPR RI merangkap
anggota MPR RI maka wajib mensosialisasikan keempat pilar ini,"ujarnya.
Kata dia, keempat pilar ini wajib
disosialisasikan kepada seluruh lapisan masyarakat agar mampu mengamalkan
keempat pilar tersebut. Dimana Pancasila sebagai dasar negara dan pandangan
hidup Indonesia serta merupakan karakter bangsa Indonesia. Kemudian UUD 1945
dimana ini merupakan sumber dari segala hukum di Indonesia sehingga semua harus
bisa memaknainya.
"NKRI merupakan rumah besar bagi kita
semua sehingga tidak ada yang boleh berpisa di NKRI ini karena kalau terpisah
bukan lagi NKRI. Kemudian Bhinneka Tunggal Ika yang merupakan semboyan negara
kita. Di Bontang tentunya berbagai suku, agama ada disini tetapi kita disatukan
oleh semboyan kita,"ungkapnya.
Jawab dan siap membantu menyampaikan aspirasi
masyarakat ke pemerintah pusat.
Selain mensosialisasikan empat pilar
kebangsaan MPR RI Rudy Mas'ud mendapat beberapa keluhan dari masyarakat mulai
dari jalan rusak Bontang-Samarinda hingga dalam kota, banjir serta status
kampung sidrap agar segera masuk dalam administrasi Bontang.
Menjawab keluhan warga yang hadir pada
kegiatan tersebut, Rudy Mas'ud menyebut masalah jalan di dalam kota hingga
jalan antar kota seperti Bontang-Samarinda merupakan kewajiban masing-masing
kepala daerah untuk melakukan perbaikan.
"Kalau jalan antar kota merupakan
kebijakan Gubernur Kaltim sedangkan dalam kota Bontang merupakan kebijakan Wali
Kota Bontang," Ujarnya.
Kata dia, memilih kepala daerah harus
memiliki jaringan hingga kepusat karena ada namanya loby-loby politik. Di pusat
ada DAK (Dana Alokasi Khusus) dan DAU (Dana Alokasi Umum) serta Bankeu dari
Provinsi Kaltim. Perbaikan jalan dan penanganan banjir tentu tidak akan cukup
apabila hanya mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
"Kalau memilih pemimpin harus mampu
melakukan loby-loby ke Pemerintah Pusat agar bisa mendapatkan bantuan anggaran
dari Pemerintah Pusat," Terangnya.
"Saya akan tunggu teman-teman dari DPRD
Bontang ke Senayan untuk menerimah aspirasi masyarakat dan akan saya teruskan
ke Kementerian terkait untuk dapat menyelesaikan masalah di Bontang,"ungkapnya
menambahkan.
Ketua DPRD Bontang Andi Faizal Sofyan Hasdam
menambahkan, terkait permasalahan kampung Sidrap pihaknya telah membahas
bersama dengan Pemerintah Bontang dan akan melayangkan gugatan ke MK (mahkamah
Konstitusi) untuk mengakui status administrasi kampung Sidrap masuk ke Bontang.
"Kami sudah menyetujui untuk
pendanaannya di APBD murni 2023 sebesar Rp.5 miliar dan kami akan kepusat untuk
meminta bantuan dari Anggota Komisi III DPR RI Rudy Mas'ud untuk
membantu,"ujarnya.
Sementara untuk penanganan banjir, Andi Faiz
juga sudah membahas bersama Pemerintah Kota Bontang agar mengalokasikan anggaran
untuk penanganan banjir.
" Banjir di Kota Bontang ada 3. Banjir
kiriman, banjir karena faktor alam dimana hujan dengan intensitas tinggi dan
banjir karena pasang surut air laut (Rob). Ini yang akan kita atasi bersama,"tutupnya.(adv)